TUGAS AKHIR

Mata Kuliah : Metodologi Penelitian Administrasi

Program : MSDA (Semester III)

Dosen : Dr. Muh Rusdi, M.Si

 

 

PROPOSAL PENELITIAN TESIS

ANALISIS PEMANFAATAN BALANCED SCORECARD SEBAGAI

STRATEGI PENINGKATAN KINERJA TERHADAP PENGEMBANGAN

AKADEMI MARITIM  VETERAN  MAKASSAR

 

 

 

HARRY KATUUK

NPIM : 200901055

PROGRAM MAGISTER ILMU ADMINISTRASI

SEKOLAH TINGGI ILMU ADMINISTRASI

LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA

MAKASSAR

12 Juni 2010

 

 

 

 

 

 

Daftar Isi

 

 


halaman

-       Lembar Judul           ………………………             i

-       Daftar Isi     …………………………………             ii

BAB  I            PENDAHULUAN

A. Latar Belakang    ………………………………            1

B. Pokok Permasalahan    ………………………            4

C. Tujuan Penelitian           ………………………            5

D. Manfaat Penelitian         ………………………            5

BAB  II           TINJAUAN PUSTAKA

A. Tinjauan Teori     ………………………………            6

1. Model Balanced Scorecard ………………            6

2. Konsep Kinerja           ………………………            8

B. Definisi Operasional Variabel              ………            10

C. Kerangka Pikir     ………………………………            10

D. Pertanyaan Penelitian   ………………………            10

BAB  III          METODE PENELITIAN

A. Metode Penelitian           ………………………            11

1. Populasi            ………………………………            11

2. Sampel              ………………………………            11

B. Teknik Pengumpulan Data       ………………            12

1. Wawancara      ………………………………            12

2. Penelusuran Dokumen         ………………            13

C. Prosedur Penelitian       ………………………            14

1. Teknik Pengolahan Data       ………………            14

2. Teknik Analisa Data    ………………………            15

BAB  IV          HASIL PENELITIAN

A. Deskripsi Lokasi Penelitian………………….

B. Analisis Balance Scorecard sebagai Strategi

Peningkatan Kinerja       ……………………..

C. Analisis Statistik Korelasi Product Moment

Antara Strategi Peningkatan Kinerja dengan

Pengembangan AMI Veteran Makassar  ……

BAB V            PENUTUP

A. Kesimpulan         ……………………………….

B. Saran-Saran        ……………………………….

- Daftar Pustaka

 

BAB  I

PENDAHULUAN

  1. A. Latar Belakang

Perkembangan dunia pendidikan yang semakin lama semakin cepat akan mendorong organisasi yang bergelut dengan pendidikan untuk meningkatkan kinerja, meningkatkan kemampuan pengelolaan yang handal, terpercaya dan akuntable terhadap stakeholder yang membutuhkannya.

Agar dapat memenuhi persaingan, organisasi dituntut untuk melakukan perbaikan-perbaikan dalam segala aspek sehingga bermodalkan perbaikan itu maka kinerja akan semakin meningkat dan pada akhirnya eksistensi organisasi dapat dipertahankan sebagai lapangan kerja yang diidam-idamkan oleh karyawannya.

Pengembangan karyawan merupakan bagian dalam sistem manajemen  dimana keikutsertaan karyawan dalam organisasi sangat menentukan perkembangan organisasi itu. Menjadi anggota suatu organisasi  sekarang ini memang merupakan suatu keharusan yang tidak dapat dihindarkan. Oleh sebab itu, usaha secara terus menerus  untuk membuat suatu organisasi berdaya  guna, berhasil guna dan memberikan kepuasan kepada anggotanya merupakan suatu keharusan. Ini das sollen pertama yang perlu diperhatikan. Kedua, dalam organisasi, klien organisasi bukan hanya lingkungan dimana organisasi itu berada, tetapi juga orang-orang yang berada dalam organisasi itu, oleh karenanya organisasi harus lebih organis, supel dan luwes sehingga memungkinkan bagi anggotanya untuk lebih berinteraksi dan beradaptasi dengan lingkungannya itu.

Ketiga, masa depan penuh dengan ketidakpastian, namun ketidak pastian itu harus diantisipasi secara ilmiah  dengan menggunakan  peralatan tertentu sebagai alat ukur, sehingga ketidakpastian dapat diminimalisir sedemikian rupa dan organisasi dapat menentukan kebijakan secara rasional terhadap pengembangan dirinya terlebih terhadap pengembangan karyawannya.

Keempat, perlu adanya pengukuran atas produktivitas kerja karena produktivitas kerja akan dipertanggungjawabkan baik kepada masyarakat pada umumnya terlebih kepada mereka yang berada dalam organisasi itu.

Terakhir, diperkirakan pada masa depan makin diperlukan usaha-usaha untuk lebih memanfaatkan potensi-potensi yang ada dalam  diri manusia yang berada dalam organisasi. Tidak dapat dipungkiri bahwa persaingan antar organisasi akan semakin keras. Persaingan itu terjadi baik dalam pemasaran  hasil produksi maupun dalam penggunaan sumber-sumber modal, uang dan tenaga kerja . Karena uang dan  modal relatif terbatas, maka diperkirakan bahwa potensi sumber daya manusia akan menjadi sangat strategis. Hal ini berarti bahwa usaha untuk mengembangkan aspek manusia yang telah ada dan akan hadir dalam suatu organisasi akan menjadi potensi yang harus dikembangkan dan senantiasa mengarahkan potensi itu pada kemajuan dan kesejahteraan anggota (pegawai atau karyawan) dalam organisasi.

Uraian di atas telah disinggung tentang potensi organisasi, lingkungan eksternal atau stakeholder dan pelanggan, kemudian potensi internal. Ketiga komponen itni merupakan bagian dari Balanced Scorecard sebagai alat ukur untuk menentukan kinerja organisasi. Tiga hal tersebut sesungguhnya harus ditopang oleh perspektif pembelajaran dan pertumbuhan, yang dalam penelitian ini disebut sebagai pengembangan organisasi termasuk di dalamnya pengembangan karyawan.

Model Balanced Scorecard menurut hemat penulis dapat digunakan sebagai tolok ukur untuk menentukan keadaan organisasi, kemudian hasil pengukuran itu dapat dipakai untuk menentukan bagaimana keadaan masa depan yang harus dihadapi oleh organisasi. Bagaimana mengantisipasi perubahan perubahan yang sangat cepat misalnya perubahan pangsa pasar kebutuhan tenaga kerja yang harus dibarengi dengan kinerja organisasi

Seperti halnya dengan Akademi Maritim Veteran Makassar disingkat  AMI Veteran Makassar, sebagai sebuah organisasi yang bergelut dalam bidang pendidikan kemaritiman, sangat perlu kiranya dilakukan pengukuran kinerja  dengan mengacu pada model pengukuran Balanced Scorecard. Karena sebagai organisasi swasta yang tidak bergantung pada pemerintah, AMI Veteran harus bergelut dengan kemampuan manajemen yang ada dalam rangka peningkatan secara terus menerus. Kebutuhan pasar atas tenaga tenaga pelaut memungkinkan untuk itu. Terlebih status pengelolaan AMI Veteran Makssar yang mengacu pada standar IMO (International Maritime Organization) yang diisyaratkan dalam Convention on Standard of Training, Certification and Wachtkeeping for Seafarers 1978 Amandemen 1995. Konvensi ini telah diratifikasi oleh Pemerintah Indonesia melalui Keputusan Presiden Nomor 60 Tahun 1968.  Dalam Amandemen 1995 diisyaratakan standar mutu kepelautan harus didasarkan pada  QSS (Quality Standard System) yang dilegalisasi untuk berlaku pada perguruan tinggi negeri ataupun swasta penyelenggara pendidikan dan latihan kepelautan sesuai Keputusan Bersama Menteri Perhubungan, Menteri Pendidikan Nasional dan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Km 41 Tahun 2003, Nomor 5/U/KB/2003, Nomor : Kep.208 A/MEN/2003 tentang Sistem Standar Mutu Kepelautan Indonesia, Tanggal 11 September 2003.

Pengelolaan organisasi pendidikan di AMI Veteran Makassar, menurut perspektif keuangan, pemenuhan  kebutuhan pelanggan, mekanisme pengelolaan komitmen bisnis internal masih mengunakan perspketif tradisional yang sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan saat ini, karena perubahan pangsa pasar tenaga kerja yang membutuhkan tenaga kepelautan yang cukup besar sampai pada tahun 2015 dan akan berlanjut sampai tahun 2020 yang akan datang. Sehingga pola pikir dan mekanisme kerja memerlukan mind set yang tajam agar dapat berperanserta dalam pemenuhan kebutuhan pasar tenaga kerja kepelautan nasional maupun internasional. AMI Veteran Makassar memerlukan strategi peningkatan kinerja bagai karyawan maupun bagi organisasi dan untuk itu diperlukan peralatan untuk mengukur kinerja dengan menggunakan Balanced Scorecard dalam rangka pengembangan AMI Veteran kedepan.

  1. B. Pokok Permasalahan

Berdasarkan uraian tersebut di atas, pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana organisasi (AMI Veteran) dapat memenuhi kebutuhan keuangan, kebutuhan pelanggan, interaksi proses bisnis yang perlu dikembangkan secara internal dan bagaimana pula dengan aspek pengembangan karyawan  dalam proses pembelajaran dan pertumbuhan.

Oleh karena itu masalah dalam penelitian ini adalah : Bagaimanakah pemanfaatan Balanced Scorecard sebagai strategi peningkatan kinerja terhadap pengembangan AMI Veteran Makassar ?.

  1. C. Tujuan Penelitian.

Tujuan penelitian ini adalah  untuk mengetahui sampai sejauh mana pemanfaatan balanced scorecard sebagai strategi peningkatan kinerja terhadap pengembangan AMI Veteran Makassar.

  1. D. Manfaat Penelitian.

Sesuai dengan tujuan penelitian yang akan dicapai, maka hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat sebagai berikut :

  1. Hasil penelitian ini diharapkan akan dapat bermanfaat sebagai bahan masukan, informasi dan sumbangan pemikiran dalam rangka pengembangan ilmu pengetahuan khususnya pada bidang Ilmu Administrasi dan Manajemen Sumber Daya Manusia.
  2. Hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai masukan dan informasi dalam penentuan kebijakan bagi AMI Veteran Makassar, dan diharapkan dengan Balanced Scorecard sebagai strategi peningkatan dalam pengembangan AMI Veteran Makassar dapat diukur, terarah, berdaya guna dan berhasil guna.
  3. Hasil penelitian ini diharapkan pula bermanfaat sebagai referensi bagi mereka yang berminat terhadap masalah sejenis dalam penelitian ini.

BAB  II

TINJAUAN PUSTAKA

A. TINJAUAN TEORI

Dalam membahas penelitian ini penulis mengemukakan berbagai teori yang berkaitan dengan judul penelitian sebagai berikut :

1. Model Balanced Scorecard

Menurut Yuwono dkk (2007:3) ide tentang  Balanced Scorecard pertama kali dipublikasikan dalam artikel Robert S. Kaplan dan David. P. Norton di Harvaard Business Review tahun 1992 dalam sebuah artikel yang berjudul  “Balanced Scorecard – Measures that Drive Performance” Intinya scorecard terdiri atas tolok ukur keuangan yang menunjukkan hasil  dari tindakan yang diambil sebagaimana ditunjukkan  pada tiga perspektif tolok ukur operasional lainnya: kepuasan pelanggan, proses internal dan kemampuan berorganisasi untuk belajar dan melakukan perbaikan.

Berikut ini penulis mengutip  Yuwono dkk (2007:6-9) yang mengatakan

bahwa dalam konteks sebagai kata kerja  “score”  berarti memberi angka. Dengan makna yang lebih bebas, scorecard berarti suatu kesadaran bersama dimana segala sesuatu perlu diukur. Pengukuran menjadi suatu hal yang vital  sebelum kita melakukan evaluasi atau pengendalian terhadap suatu objek.  “Balanced” di depan kata “score maksudnya adalah bahwa angka (grade) atau  “score” tersebut harus mencerminkan keseimbangan antara sekian banyak elemen penting  dalam kinerja.

Menurut Kaplan dan Norton (dalam Yuwono, 2007:6) Balanced Scorecard adalah :

“…. A set of measures that gives top managers a fase but comprehensive view of the business… includes financial measures that tell the results of actions already taken..complements the financial measures with operational measuers on customer satisfaction, internal processes, and the organization’s innovation and improvement activities-operational measures that are the drivers of  of future financial performance”.

Sementara, menurut Anthony, Banker, Kaplan dan Young (dalam Yuwono, 2007:7) mendefinisikan Balanced Scorecard sebagai : “a measuerement and management system that view a business unit’s performance from four perspectives : financial, customer, internal business process, and learning and growth

Dengan demikian Balanced Scorecard merupakan suatu sistem manajemen, pengukuran dan pengendalian yang secara cepat, tepat dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis. Pengukuran kinerja tersebut memandang unit bisnis dari empat perspektif yaitu perspektif keuangan, pelanggan, proses bisnis dalam perusahaan serta proses pembelajaran  dan pertumbuhan.

Perspektif Balanced Scorecard dapat dijelaskan sebagai berikut :

  1. Perspektif Keuangan. mengukur hasil tertinggi yang dapat diberikan kepada organisasi. Finansial dibutuhkan untuk memberikan ringkasan dari konsekuensi ekonomi akibat dari kebijaksanaan-kebijaksanaan yang telah diambil.
  2. Perspektif Pelanggan, fokus terhadap kebutuhan dan kepuasan pelanggan termasuk pangsa pasar. Pelanggan dibutuhkan untuk mengetahui keadaan pasar.
  3. Perspektif Internal, memfokuskan perhatian pada kinerja  dalam proses internal yang mendorong kemajuan perusahaan.
  4. Pembelajaran dan Berkembang, memperhatikan langsung seluruh kemungkinan untuk berhasil . Belajar dan pertumbuhan dibutuhkan untuk mengidentifikasi infrastruktur dari organisasi yang harus dibangun untuk menghasilkan pertumbuhan dan perbaikan jangka panjang.

2. Konsep Kinerja.

Dalam berbagai literatur istilah performance saat ini popular digunakan, Amstrong dan Baron (Wibowo : 2007:2) mengatakan bahwa : “pengertian performance sering diartikan sebagai kinerja, hasil kerja atau prestasi kerja. Kinerja mempunyai makna lebih luas, bukan hanya menyatakan sebagai hasil kerja, tetapi juga bagaimana proses kerja berlangsung. Kinerja adalah tentang melakukan pekerjaan dan hasil yang dicapai dari pekerjaan tersebut. Kinerja adalah tentang apa yang dikerjakan dan bagaimana cara mengerjakannya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang mempunyai hubungan kuat dengan tujuan strategis organisasi, kepuasan konsumen dan memberikan konstribusi ekonomi.

Dalam konteks makalah ini pengertian  di atas dianggap cukup karena balanced scorecard juga menyangkut teknik pengukuran terhadap kepuasan pelanggan dan kontribusi ekonomi dalam perspektif keuangan. Namun demikian kinerja dalam rangka pengembangan karyawan memerlukan pengukuran, dan dalam makalah ini pengukuran yang dimaksud adalah pengukuran dengan menggunakan Model  Balanced Scorecard dengan tujuan untuk menghasilkan informasi yang akurat dan sahih tentang perilaku dan kinerja anggota-anggota organisasi. Pengukuran kinerja melalui balanced scorecard akan menghasilkan kesimpulan apakah kesejahteraan karyawan dapat dipertimbangkan peningkatannya, apakah perspektif keuangan dapat meningkatkan perkembangan fisik organisasi atau apakah proses internal dalam organisaasi dapat memberikan kesempatan bagi karyawan untuk mengembangkan diri, dan terakhir apakah proses belajar  dapat menunjang kinerja sehingga organisasi eksis dan mampu bersaing dengan organisasi sejenis.

3. Konsep Pengembangan

Dalam kaitan dengan kinerja,  Simamora (2006:343-348) mengatakan bahwa tujuan penilaian kinerja pada intinya adalah nuntuk pengembangan organisasi, dimana tujuan kinerja terdiri atas :

  1. Tujuan Evaluasi
    1. Untuk menilai kinerja dan telaah gaji
    2. Untuk  kesempatan promosi
  2. Tujuan Pengembangan
    1. Untuk mengukuhkan dan menopang kinerja
    2. Untuk meningkatkan kinerja
    3. Menentukan karier seseorang dan
    4. Untuk menentukan kebutuhan-kebutuhan pelatihan.

Dalam konteks penulisan makalah ini, penulis menitikberatkan pada strategi peningkatan kinerja dan pengembangan organisasi. Balanced Scorecard dapat meramu strategi peningkatan kinerja yang kemudian dapat dijadikan dasar dalam pengembangan organisasi. Evaluasi kinerja merupakan perwujudan akuntabilitas sehingga tujuan evaluasi adalah untuk mengetahui sampai sejauhmana pencapaian hasil, kemajuan dan kendala yang dijumpai dalam pelaksanaan program di masa yang akan datang. Oleh karena itu manfaat evaluasi dapat berupa keuntungan keuntungan yang dapat diperoleh (LAN, 2004:239) dalam rangka pengembangan organisasi, seperti :

  1. Manfaat untuk perbaikan perencanaan, strategi dan kebijakan.
  2. Manfaat untuk pengambilan keputusan.
  3. Manfaat untuk tujuan pengendalian program/kegiatan
  4. Manfaat untuk perbaikan input, proses dan output, perbaikan tatanan atau sistem dan prosedur.

B. Definisi Operasional Variabel

1.  Variabel X            = Strategi Peningkatan Kinerja, adalah :

a. Peningkatan dari kinerja yang sudah ada ke kinerja yang lebih baik

b. Adanya perbaikan kesejahteraan bagi dosen dan karyawan.

c. Adanya perubahan lebih baik dalam proses belajar mengajar.

2.  Variabel Y            = Pengembangan AMI Veteran Makassar, adalah

a.  Adanya upaya positif menjangkau visi pada 10-15 tahun ke depan

b. Adanya penambahan jumlah mahasiswa yang signifikan setiap tahunnya.

C. Kerangka Pikir

D. Pertanyaan Penelitian

1. Bagaimanakah pemanfaatan Balanced Scorecard sebagai strategi peningkatan kinerja pada AMI Veteran Makassar ?

2.  Sampai sejauh mana hubungan antara strategi peningkatan kinerja terhadap pengembangan institusi ?

BAB III

METODE PENELITIAN

  1. A. Metode Penelitian

Pendekatan (metode) yang dipilih dalam penelitian ini adalah metode survei yang dilakukan melalui usaha pengamatan untuk memperoleh data dan informasi serta fakta-fakta tentang fenomena yang menyangkut kinerja dan upaya pengembangan AMI Veteran Makassar. Metode penelitian survei dipilih karena relevan dengan materi penulisan tesis ini. Disamping itu, karena penelitian yang dilakukan ini hanya bersifat deskriptif klualitatif yaitu menggambarkan apa adanya dari kejadian yang diteliti.

    1. Populasi

Populasi pada hakikatnya adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas obyek/subyek yang mempunyai kuantitas dan karakteristik tertentu, yang merupakan sasaran penelitian dan dapat berupa responden dan informan (Sugiyono, 1998: 57). Populasi penelitian pada AMI Veteran Makassar adalah seluruh karyawan (41 orang), dosen (76 orang), orang tua Mahasiswa, Mahasiswa aktif (1325 orang) dan instansi pengguna tenaga kerja kepelautan yang ada di kota Makassar.

    1. Sampel

Karena populasinya besar maka dari sejumlah populasi yang ada hanya 11 diantaranya digunakan secara proporsional sebagai informan. Kesebelas orang informan tersebut yang dianggap mengetahui dan memahami secara jelas terhadap permasalahan yang akan diteliti. Dengan demikian maka sampel dalam penelitian ini adalah:

1. Direktur                                                      =   1 orang

2. Dosen                                                       =   2 orang

3. Karyawan                                                  =   2 orang

4. Pimpinan Perusahaan Pelayaran       =   2  orang

5. Orang tua Mahasiswa                            =   2  orang

6. Mahasiswa                                               =   2  orang

Jumlah                   =   11  orang

  1. B. Teknik Pengumpulan  Data

Dalam penelitian ini, data dan informasi yang diperlukan dikumpulkan melalui teknik wawancara dan teknik penelusuran dokumen.

  1. 1. Wawancara

Teknik ini dipergunakan untuk mendapatkan keterangan secara langsung dari informan yang berhubungan dengan pokok permasalahan. Wawancara dilakukan dalam bentuk wawancara berpedoman, yaitu wawancara yang dituntun oleh sejumlah pertanyaan yang telah disusun terlebih dahulu (interview guide) kepada `11 orang informan yang penulis telah tentukan seperti tersebut  di atas sebagai sampel.

Karena teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik wawancara maka, agar wawancara efektif dilakukan, penulis menggunakan langkah-langkah yang menurut O’Sullivan et al (2003:188) sebagai persiapan pewawancara harus dilakukan. Langkah-langkah yang dimaksud  sebagai berikut :

  1. Explain the purpose of the study
  2. Ask questions
  3. Handle incomplete or inappropriate answers
  4. d. Record answers
  5. e. Deal with interpersonal interactions

  1. 2. Penelusuran Dokumen

Penelusuran Dokumen dilakukan untuk mencari keterangan atau pengumpulan data menyangkut pokok permasalahan mengenai pelaksanaan kebijakan pada AMI Veteran Makassar. Dokumen yang dimaksud adalah dokumen tertulis sebagai dasar  penyelenggaraan pendidikan yang berlaku di AMI Veteran Makassar maupun dokumen lainnya sehubungan dengan pelaksanaan tugas pokok.

Namun menurut sumbernya, data yang dikumpulkan dalam penelitian ini dibedakan atas :

  1. Data Sekunder, yaitu data yang diperoleh dari berbagai sumber lain seperti laporan-laporan, kepustakaan, jumlah pelaut yang dibutuhkan,  keadaan keuangan, jumlah, jenis sarana pendidikan dan pelatihan yang ada, hasil audit baik internal maupun eksternal, termasuk jumlah alumni dan stakeholder yang yang berinteraksi dengan  AMI Veteran Makassar serta data sekunder lain yang berhubungan dengan penelitian ini..
  2. Data Primer, yaitu data yang dikumpulkan secara langsung dari obyek penelitian yang meliputi jumlah dosen, jumlah mahasiswa, jumlah karyawan, informasi langsung dari informan sebagai konsep dasar pembahasan hasil penelitian.
  1. C. Prosedur Penelitian
  2. 1. Teknik Pengolahan Data

Mengingat sumber data utama dalam penelitian ini diperoleh dari wawancara, maka jawaban terhadap setiap pertanyaan disajikan dalam bentuk gradasi dari sangat positif sampai dengan sangat negatif dengan menggunakan Skala Likert, seperti: (1) sangat setuju/sangat baik/sangat obyektif dengan bobot/skor 5 (lima), (2) setuju/baik/obyektif dengan skor/bobot 4 (empat), (3) kurang setuju/kurang baik/kurang obyektif dengan bobot/skor 3 (tiga), (4) tidak setuju/tidak baik/tidak obyektif dengan bobot/skor 2 (dua), dan (5) sangat tidak setuju/sangat tidak baik/sangat tidak obyektif dengan skor/bobot 1 (satu),   konfigurasinya adalah sebagai berikut :

 

Berdasarkan data yang diperoleh kemudian ditabulasi sesuai dengan item pernyataan yang diberikan. Selanjutnya hasil jawaban wawancara yang telah ditabulasi dikalikan dengan skor/bobot yang telah ditentukan, kemudian dijumlahkan sehingga diperoleh total skor jawaban responden.

Data yang terkumpul melalui pertanyaan wawancara terdiri atas 10 pertanyaan untuk Variabel X maupun Variabel Y terhadap 11 orang informan, sehingga secara keseluruhan untuk masing-masing variable akan terdapat 110  pertanyaan dan 110 jawaban. Data kualitatif tersebut diolah menjadi data kuantitatif (Koentjaraningrat,1983:154) yaitu setiap indikator pertanyaan yang menyangkut pernyataan dari informan diubah dengan  asumsi mulai dari sangat negatif  sampai ke sangat positif seperti yang telah penulias jelaskan di atas.

Untuk itu maka akan diperoleh skor terendah 110 (apabila setiap informan jawabannya sangat negatif diberi skor 1 dari 110 pertanyaan) dan skor tertinggi 550 (apabila semua informan menjawab sangat positif diberi skor 5 dari 110 pertanyaan).

  1. 1. Teknik Analisis Data

Karena penelitian bersifat deskriptif yaitu menjelaskan hubungan antara strategi peningkatan dengan menggunakan Balanced Scorecard terhadap pengembangan organisasi AMI Veteran Makassar maka teknik analisis data digunakan teknik statistik Korelasi Pearson  Product Moment (Sugiono, 2003:45)  dengan rumus seperti yang dikemukakan oleh Hasan (1999: 231) yaitu:

 

 

 

 

Bahan  Bacaan

Buku

Armstrong, Michael., 2004, Performance Management, Tugu Publisher, Yogyakarta.

Bacal, Robert., 2005, Performance Management, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Blocher, et al., 2009, Cost Management Manajemen Biaya, Penekanan Strategis, Salemba Empat, Jakarta.

Gomes, Faustino Cardoso., 1995, Manajemen Sumber Daya Manusia, Andi Offset, Yogyakarta.

Hasan, M.Iqbal., 1999, Pokok-Pokok Materi Statistik 1 (Statistik Deskriptif), Bumi Aksara, Jakarta.

Hasibuan, H.Malayu, S.P., 2007, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi Revisi, Bumi Aksara, Jakarta.

Indrawijaya, Adam.I., 1983, Perubahan & Pengembangan Organisasi, Sinar Baru, Bandung.

Koentjaraningrat., 1983, Metode-Metode Penelitian Masyarakat, Gramedia, Jakarta.

O’Sullivan, Elizabethann, et al., 2003, Research Methods for Public Administrators, Fourth Edition, Longman, New York.

Siagian, Sondang,P., 1995, Teori Pengembangan Organisasi, Bumi Aksara, Jakarta.

Simamora, Henry., 2006, Manajemen Sumber Daya Manusia, Edisi III, STIE YKPN, Yogyakarta.

Soeprihanto, John., 2000, Penilaian Kinerja dan Pengembangan Karyawan, BPFE, Yogyakarta.

Sugiono., 2004, Metode Penelitian Administrasi, Alfabeta, Bandung.

Tjiptono, Fandy., 2000, Total Quality Management, Andi, Yogyakarta.

Wibowo., 2007, Manajemen Kinerja, Edisi Kedua, Rajagrafindo Persada, Jakarta.

Yuwono, Sony, dkk., 2007, Petunjuk Praktis Penyusunan Balanced Scorecards, Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Zeithaml, Valerie A, dkk., 1990, Delivery Quality Service, Balancing Customer Perceptions and Expectations, The Tree Press, New York.

Lain-Lain

Kapusdiklat Hubla., 2010, Presentasi Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Pelaut Indonesia pada tanggal 23 Maret 2010 di Jakarta.

LAN., (2009), Modul Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah, Edisi Kedua, LAN, Jakarta.

Imbaruddin, Amir. 2010, Kinerja Organisasi Publik, Kuantitas atau Kualitas atau Kuantitas dan Kualitas, Orasi Ilmiah Disampaikan Dalam Penerimaan Jabatan Guru Besar pada STIA LAN Makassar, 22Mei 2010

Statuta AMI Veteran Makassar, 2006

Pedoman Mutu AMI Veteran Makassar, Terbitan A Revisi 03.